廣澤尊王 (Guang Ze Zun Wang)

Spread the love

廣澤尊王 (Guang Ze Zun Wang)

Dewa Kong Tik Cun Ong
廣澤尊王 (Guang Ze Zun Wang)

hari kebesaran tgl 22 bulan 2 imlik

Guang Ze Zun Wang adalah salah satu Dewa TAO yang memiliki kedudukan tinggi dan banyak dipuja di klenteng-klenteng diseluruh dunia.

Guang Ze Zun Wang (Hanzi= 廣澤尊王; Hokkien=Kong Tek Cun OngKong Tik Tjoen Ong; lit. Raja Mulia yang Memberikan Berkah Melimpah )

juga dikenal dengan panggilan/ gelar Guo Sheng Wang (Hanzi= 郭聖王), Bao An Zun WangSheng Wang Gong (Hanzi=聖王公, dan Xiao Zi Gong (Hanzi=孝子公).

Beliau merupakan Dewa leluhur Orang Min Selatan, khususnya daerah Nan An, dan sangat populer di kalangan penduduk Fujian Selatan maupun perantauan (misalnya di Indonesia dan Singapura).

Mencapai kedewaan

Pada tanggal 15 bulan 8 Imlek, bulan mencapai fase purnama. Zhong Fu naik ke atas pohon sambil melihat langit yang cerah. Beliau melihat sebuah bintang yang bersinar terang kemudian berpikir, orang di dunia ini harus berhati bersih, terang dan jujur seperti terangnya bintang tersebut. Seminggu kemudian, Zhong Fu pergi ke gunung mengambil kayu bersama kawan-kawannya. Mereka menemukan sebuah pohon yang sangat tinggi tetapi ranting-rantingnya kering. Zhong Fu hendak mengambil ranting-rantingnya, teman-temannya bertaruh akan memberikan semua kayu mereka hari itu jika Zhong Fu berhasil memanjat ke sana. Zhong Fu memanjang dengan lincah, sampai di tengah Beliau menemukan tempat untuk duduk dan merasa masanya untuk menjadi Dewa telah tiba. Beliau duduk bersila dan memejamkan mata, penampilannya seperti Dewa yang sedang bermeditasi.

Zhong Fu meminta kawan-kawannya untuk memberikan kayu-kayunya kepada sang ibu, dan meminta mereka untuk memanggil ibunya sambil membawakan sebuah buku dan satu biji labu kuning. Setelah  Lin Su Niang sampai di tempat Zhong Fu, tetapi tubuhnya sudah kaku seperti patung, wajahnya memerah dan matanya menerawang. Ia menangis dan teringat pada mimpinya di tanggal 15 kemarin kini menjadi kenyataan. Dalam mimpi itu, ia disuruh menggoyang-goyang kaki Zhong Fu. Langsung saja Lin Su Niang memanjat pohon dan menarik sebelah kakinya sambil berkata, “Zhong Fu, bukalah matamu lebar-lebar, sehingga kamu dapat melihat jauh.  Kalau kamu sudah menjadi Dewa, maka tolonglah segera orang-orang yang sengsara dan menderita.” Ia menggoyang-goyang kaki putranya hingga tiga kali. Karena anak yang berbakti, Zhong Fu membuka matanya lebar-lebar seperti penggambaran rupangnya kini. Tempat itu kini dinamai Fei Feng Shan, Zhong Fu menjadi dewa saat berumur 16 tahun. Semenjak saat itu, penduduk mendirikan kuil untuk menghormatinya.

Menurut versi yang lain, suatu hari setelah dewasa Hong Fu mendapat bisikan suci bahwa Beliau akan menerima anugerah Tian untuk menjadi orang suci. Beliau menceritakan hal itu kepada ibunya, lalu mandi, keramas dan bersemedi dalam kamar sepanjang hari. Menjelang senja, sang ibu yang melihat putranya sejak pagi tidak keluar dari kamar, lalu mendorong pintu kamar tempat putranya bersemedi. Ia terkejut ketika menyaksikan tubuh Hong Fu bersama kursinya terapung di udara dalam keadaan semadi. Tanpa pikir panjang, ia segera menarik kaki putranya ke bawah, tapi terasa telah dingin dan kaku. Sejak itu penduduk kampung selalu menghormati Guo Hong dan memuja sebagai orang suci dengan mendirikan Klenteng.

Guo Sheng Wang ditampilkan sebagai seorang pemuda yang memakai baju kebesaran (dengan lambang naga). Beliau duduk di atas kursi dengan mata terbuka, kaki kanannya bersila sementara yang kiri terjulur ke bawah. Hari lahirnya diperingati pada tanggal 22 bulan 8 Imlek, dan hari kebesaran-Nya pada tanggal 22 bulan 2 Imlek. Beliau melambangkan seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Karena bakti dan kesuciannya itu, ia diangkat menjadi Dewa (Shen) di usia yang masih sangat muda, yaitu 16 tahun.

Zhang Fu merupakan anak yang berbakti kepada orangtua. Beliau tidak pernah mengeluh maupun mengomel kepada orang tuanya. Jika ibunya belum makan, Zhong Fu tidak pernah mau makan terlebih dahulu. Pada saat terjadi bencana alam, banyak penduduk yang melihat kemunculan Zhong Fu (terkadang mengendarai kuda putih) untuk memberikan bantuannya bagi mereka yang tertimpa malapetaka. Itulah sebabnya Beliau kemudian dipanggil Guang Ze Zun Wang atau Raja Mulia yang Memberikan Berkah Melimpah.

Guo Fen Yang Gong

Sebuah versi mengatakan bahwa sebetulnya yang dianggap sebagai Guo Sheng Wang adalah seorang raja muda yang hidup pada zaman Dinasti Tang, yakni Guo Zi Yi. Beliau bergelar Fen Yang Wang  (Raja Muda dari Fenyang) atau Guo Fen Yang Gong. Guo Zi Yi berjasa besar dalam menumpas pemberontakan An Lu Shan yang pada waktu itu nyaris meruntuhkan Dinasti Tang. Beliau banyak dipuja oleh keluarga Guo  sebagai pelindung mereka; hari lahirnya diperingati pada hari yang sama dengan Guo Sheng Wang

 


Spread the love

Categories: Dewa-Dewi TAO

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.