Asal usul kalender / Almanak Tiongkok.

Spread the love

Kalender sekarang yang kita kenal sebagai kalender Imlek , sejatinya sudah ada jauh ribuan tahun sebelum penetapan mulainya kalender Imlek tersebut.
Adalah Fuxi (kurang lebih 8000 tahun yang lalu), pahlawan kebudayaan dalam legenda Tiongkok yang menemukan Bagua/ Delapan Trigram pertama yang terukir dikulit cangkang kura2, dari sini sudah dimulai adanya ramalan2 tentang hari2. Fuxi juga dipercaya sebagai penemu pertama kalender   (Almanak Tiongkok), yang dilengkapi dengan ramalan dan nasehat tentang musim.
Kemudian pada masa Huang Di (2697 – 2598 BCE) menurut legenda, Huang Di menyusun putaran dari 60 tahun yang ada pada pusat penyelidikan kelender, dan melengkapi almanak dengan hari-hari baik untuk bercocok tanam, panen dan kapan bersembahyang pada yang Kuasa.

Bila tradisi dan catatan dari buku klasik Shu Ching (The Book of Historical Documents ), yang bagian-bagiannya kembali setidaknya ke abad 10 BCE, dapat dipercaya, maka Almanak Tiongkok atau bagian yang berhubungan dengan kalender Almanak, telah dipublikasikan selama lebih dari 4200 tahun.
Catatan publikasi pertama adalah 2256 BCE. Peristiwa ini dicatat dalam Shu Ching yang menyatakan bahwa selama masa pemerintahan Kaisar Yao, kaisar memerintahkan dua pejabat atau sekelompok pejabat untuk menghubungkan penanggalan bulan dan matahari, serta memberikan nasehat2 pada rakyat banyak.
Beliau memerintahkan Hsis dan Ho, berkenaan dengan observasi mereka tentang langit yang luas, untuk menghitung dan menggambarkan gerakan dan pemunculan matahari, bulan, bintang dan ruang zodiak serta menyampaikan musim yang diobservasi oleh orang-orang..
Peristiwa inilah yang secara tradisional dipandang sebagai konstruksi kalender formal pertama, setidaknya sejauh yang dicatat sejarah.
Dalam pemikiran historis tradisional, pada tahun 2256 BCE, kaisar Yao mengeluarkan kalender tahun mendatang sebagai publikasi reguler, untuk memandu masyarakat.

Melalui berbagai perubahan, perbaikan dan guncangan yang terjadi selama ribuan tahun, Almanak Tiongkok terus bertahan dengan formatnya yang berisi nasehat-nasehat serta pencarian hari baik tentang musim dan pertanian serta berbagai kegiatan lain.
Penemuan Cetakan blok pada awal abad ke 7 CE (Common Era) terbukti menunjukkan penggunaan Almanak serta perkembangannya, dan tampaknya almanak merupakan salah satu buku yang diterbitkan dengan cetakan dan segera mendominasi dunia percetakan.
Bukti ini memperlihatkan bahwa Almanak memiliki sejarah cetak yang paling lama dari semua buku di dunia. British museum memiliki edisi cetak tahun 877.
Pada tahun 1927, ada usaha dari pemerintahan untuk melarang Almanak, tapi hal ini tak berhasil dan tak lama kemudian pemerintah mengesahkan Almanak sebagai Nong Li – kalender petani, jadi berbeda dari kalender barat yang resmi.

Hitungan Kalender Tiongkok tidaklah dihitung berkelanjutan. Mereka menggunakan siklus 60 tahunan dan sistem tahun regional ( mulai dari masing2 kaisar ).
Berdasarkan tradisi Tiongkok, tahun pertama Kaisar Kuning (Huang Di) dimulai 2697 BCE (Before Common Era) jadi menurut sistem ini tahun 2015 adalah tahun 4712.
Alternatif sistem lain dimulai dari catatan sejarah pertama dari siklus 60 tahun dari 8 maret 2637 BCE. Berdasarkan sistem ini, tahun 2015 adalah tahun 4652.

capture-20150813-162622

Dua buah tulang yang berisi ramalan dari Dinasti Shang di Tiongkok ( 1800 – 1200 BCE- Before Common Era).
Penemuan prasasti tulang ini menunjukkan bahwa paling tidak sejak abad ke 14 BCE, Dinasti Shang telah menciptakan tahun matahari yang sepanjang 365¼ hari dan tahun bulan sepanjang 29½ hari. Di kalender yang digunakan Dinasti Shang, musim tahunan dan fase bulan pun sudah dicantumkan.

capture-20150813-162811

kalender

 

 


Spread the love

Categories: Artikel, Taoist Culture Exhibition [TCE]

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.