Bao Yun Yi Shi (Po Un)

Spread the love


Sekilas tentang Po Un.

Po Un / Bao Yun

Tahun baru Imlek segera tiba. Akan terjadi pergantian Shio antara tahun sekarang dengan tahun berikutnya. Setiap tahun pasti ada 4 shio yang “Ciong.” Pola “Ciong” ini berdasarkan kelipatan 3 tahun. Misalnya tahun kambing, maka yang ciong adalah shio anjing (beda 3 tahun), sapi (beda 6 tahun), naga (beda 9 tahun), kambing (beda 12 tahun), dst…
Di atas ada istilah “Ciong.” Sebenarnya apa yang dimaksud dengan “Ciong?” Kenapa sepertinya menjadi momok yang sangat menakutkan? Konon yang “Ciong” ini ada yang bisa sampai mati segala. Apakah benar demikian? “Ciong,” adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menunjukkan “Adanya potensi konflik.” Konflik apa? Konflik apa pun. Karena kita hidup di dalam masyarakat pasti selalu ada konflik – benturan, baik besar maupun kecil. Hubungan dengan rekan kerja, dengan pasangan, dengan keluarga, bahkan dengan sesama pejalan kaki ataupun pengendara kendaraan pun selalu ada kemungkinan terjadi konflik/masalah. Nah, mungkinkah konflik ini dihilangkan atau dikurangi? SANGAT MUNGKIN. Terutama bagi umat Tao yang siutao. Yang harus melakukan xiu shen yang xing. Merevisi diri sepenuhnya. Dan untuk itu harus “Wu” juga. Dengan “Wu” yang tinggi, pasti dapat lebih waspada & hati-hati dalam berucap & bertindak, memperhitungkan berbagai aspek, termasuk untuk tidak menyinggung pihak lain. Dengan xiu shen yang xing, kita akan memiliki pribadi yang positif, yang membuat orang lain merasa nyaman dengan keberadaan kita. Inilah sebabnya kenapa umat Tao yang siutao, kerap dikatakan sudah tidak mengenal “Ciong” lagi. Lantas bagaimana dengan umat Tao yang tidak siutao? Bagaimana mereka menghindari “Ciong” ini? Salah satu ritual dalam agama Tao, ada yang namanya “Bao Yun (Po Un).” Po Un, jika diterjemahkan secara bebas artinya kurang lebih “Melindung/Peruntungan, menambah nasib jadi baik, menambal yang tidak baik dijadikan baik,”
Formasinya di ambil dari sembilan istana perbintangan (ciukung) yang setiap tahun beda bintangnya. Pola gerakan langkah seperti ombak naik – turun, layaknya kehidupan manusia yang ada naiknya & ada turunnya. Daftar nama peserta Po Un akan dibacakan/dilaporkan kepada Dewa Tai Shui Sheng Jun yang bertugas ditahun itu. Setelah selesai satu putaran, petugas pelaksana upacara harus membalik papan nasib. Ini menyimbolkan bahwa dari nasib yang kurang baik dirubah menjadi baik. Kemudian daftar nama akan diperiksa oleh petugas yang mewakili Tai Shu Sheng Jun, lalu dikembalikan kepada pemimpin upacara untuk dibakar.
Ini adalah salah satu ritual yang dikenal di agama Tao, sebagai bentuk pelayanan kepada umatnya. Ritual Po Un ini dilaksanakan beberapa saat setelah tahun baru Imlek (Chinese New Year). Prosedurnya adalah: umat yang ingin mengikuti ritual ini harus mendaftarkan diri terlebih dahulu kepada panitia Po Un. Informasi yang dibutuhkan adalah nama & shio dari orang yang ingin disertakan untuk upacara Po Un ini.

Lantas siapa yang perlu ikut Po Un?
Apakah ikut Po Un adalah suatu keharusan?

Sebenarnya siapa pun boleh ikut Po Un, tidak “Ciong” pun boleh ikut Po Un. Bahkan banyak umat Tao yang walaupun sudah siutao, setiap tahun rutin mendaftarkan diri untuk ikut ritual ini. Tidak ada keharusan untuk ikut ritual ini. Jika tidak ingin atau tidak merasa perlu, tidak ikut pun tidak apa-apa.

Orang Tao juga percaya ada 60 Dewa Piket Tahunan yang dinamakan Thay Sui, bergilir untuk mengurusi jiong-jiong manusia mengikuti perhitungan perbintangan.

Maka dengan ritual Po Un, kita bisa mohon pada Thay Sui, supaya mengubah nasib jelek jadi baik.

Semoga sukses dan jaya kita semua.

Xie Shen En.


Spread the love

Categories: Artikel, Upacara Agama TAO

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.