Dewa Xuan Tian Shang Di (玄天上帝)

Spread the love

528021_3064817422253_202942365_nxian tian sang ti

Xuan Tian Shang Di adalah salah satu Dewa yang paling populer, wilayah pemujaannya sangat luas, dari Tiongkok utara sampai selatan, Taiwan, Malaysia dan Indonesia.

Xuan Tian Shang Di memiliki beberapa nama atau gelar sebagaimana yang dicantumkan di bawah ini.

  1. Xuan Tian Shang Di (Hanzi: 玄天上帝;Hokkien: Hian Thian Siong Te; Kantonis: Yuen Tin Sheung Tai; lit. Kaisar Tinggi Surga Misterius).
  2. Xuan Tian Da Di (Hanzi: 玄天大帝; lit. Kaisar Agung Surga Misterius).
  3. Xuan Wu (Hanzi: 玄武; lit. “Ksatria Gaib/ Misterius “) atau Xuan Wu Di (Hanzi: 玄武帝; lit. “Kaisar Kesatria Gaib/ Misterius “).
  4. Shang Di Gong (Hanzi: 上帝公; Hokkien: Siang Te Kong; lit. Kakek Kaisar dari Shang/ Kakek Kaisar Agung).
  5. Di Gong (Hanzi: 帝公; Hokkien: Teh Kong; lit. Kakek Kaisar).
  6. Yuan Tian Da Di (Hanzi: 元天大帝).
  7. Yuan Wu Di (Hanzi: 元武帝).
  8. Bei Ji Da Di (Hanzi: 北極大帝).
  9. Beidi (Hanzi: 北帝; Kantonis: Pak Tai ; lit. Kaisar Utara).
  10. Kai Tian Da Di (Hanzi: 開天大帝).
  11. Zhen Wu Da Di (Hanzi: 真武大帝; Hokkien: Cin Bu Tay Te; lit. Kaisar Agung Maha Ksatria).
  12. Zhen Wu Di (Hanzi: 真武帝); lit. Kaisar Maha Ksatria).

Dalam hikayat rakyat Tiongkok, Xuan Tian Shang Ti atau Xuan Wu adalah Dewa Langit Pengusir Setan. Xuan Wu, yang juga dikenal sebagai Zhen Wu adalah Shen Xian TAO yang sangat tinggi tingkatannya.

Menurut buku-buku kuno, Xuan Tian Shang Ti berasal dari udara sorga dan tubuhnya dari alam semesta.

Dikisahkan Xuan Wu- Siu Dao (belajar TAO) digunung Wu Dang Shan (Bu Tong San).  Kurang lebih 20 tahun kemudian, Dewa penguasa gunung Wu Dang datang untuk mengujinya. Sang Dewa penguasa gunung menyaru sebagai seorang wanita cantik, yang mencoba dengan berbagai cara untuk merayu Xuan Wu.

Xuan Wu kehabisan akal untuk menolaknya, lalu bangkit dari Xiu Lian nya dan meninggalkan tempat itu. Dilereng gunung Beliau melihat seorang wanita tua mengasah sebatang besi diatas batu. Ketika Xuan Wu bertanya apa maksudnya mengasah besi, nenek itu menjawab ia sedang membuat jarum untuk cucunya.
Xuan Wu termenung mendengar ucapan nenek itu, kemudian sadarlah beliau akan makna dari perkataannya yang terdengar sederhana itu. Dengan keteguhan hati, sebatang besi pun dapat diasah menjadi jarum. Xuan Wu segera kembali ke tempat bertapanya, berlatih lagi dengan tekun, selang 20 tahun lagi, mengatasi berbagai macam cobaan dan godaan.  Kemudian Dewa membawanya menghadap Ie Huang Ta Tie, yang mengangkatnya menjadi Shen Xian dengan gelar Xuan Tian Shang Ti, yang berkuasa disebelah utara dan bertugas memerangi kejahatan serta menangkap siluman dan iblis yang mengacau dunia.
Sebetulnya Xuan Wu telah beberapa kali menitis ke dunia.  Beliau adalah seorang anak raja dengan nama Xuan Yuan.

Setelah diangkat menjadi Dewa dengan gelar Xuan Tian Shang Ti, Xuan Wu turun ke bumi menaklukkan berbagai siluman, antara lain siluman ular dan siluman kura-kura, yang kemudian menjadi pengikutnya.

Xuan Tian Shang Ti ditampilkan sebagai seorang Dewa Ksatria yang  mengenakan jubah kekaisaran keemasan, tangan kirinya membentuk tiga gunung, dan tangan kanannya menghunus pedang penakluk iblis, dan dengan kedua kakinya yang tanpa sepatu menginjak kura-kura dan ular. Wajahnya gagah berwibawa, dihias dengan jenggot panjang dan rambutnya terurai lepas kebelakang, tidak diikat atau dikonde sebagai umumnya rambut pria pada jaman itu. Patung-patung Xuan Wu yang terdapat didalam kelenteng-kelenteng di gunung Wu Dang Shan semuanya juga bergaya demikian.

Demikianlah sekelumit mengenai hikayat Xuan Tian Shang Ti, Dewa Besar yang beberapa kali menitis kebumi sebagai anak manusia, terakhir kali dengan kesadaran yang tinggi dan ketekunannya melaksanakan ajaran TAO (Xiu DAO) berubah dari manusia menjadi Dewa.

Pemujaan terhadap Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) mulai berkembang pada masa Dinasti Ming. Dikisahkan pada masa permulaan pergerakannya, Zhu Yuan Zhang (pendiri Dinasti Ming), dalam suatu pertempuran pernah mengalami kekalahan besar, sehingga ia terpaksa bersembunyi di pegunungan Wu Dang Shan (Bu Tong San], di propinsi Hubei, dalam sebuah kelenteng Shang Di Miao.

Berkat perlindungan Shang Di Gong (sebutan populer Xuan Tian Shang Di), Zhu Yuan Zhang dapat terhindar dari kejaran pasukan Mongol yang mengadakan operasi penumpasan besar-besaran terhadap sisa-sisa pasukannya. Kemudian berkat bantuan Xuan Tian Shang Di (玄天上帝), maka Zhu Yuan Zhang berhasil mengusir penjajah Mongol dan menumbangkan Dinasti Yuan. Ia mendirikan Dinasti Ming, setelah mengalahkan saingan-saingannya dalam mempersatukan Tiongkok.

Untuk mengenang jasa-jasa Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) dan berterima kasih atas perlindungannya, ia lalu mendirikan kelenteng pemujaan di ibu kota Nanjing (Nanking) dan di gunung Wu Dang Shan.

Sejak itu Wu Dang Shan menjadi tempat suci bagi penganut Tao. Kelentengnya, dengan patung Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) juga diangkat sebagai Dewa Pelindung Negara. Tiap tahun tanggal 3 bulan 3 Imlek ditetapkan sebagai hari Kemuliaannya mencapai kesempurnaan dan diadakan upacara sembahyangan besar-besaran pada hari itu.

Sejak itulah pemujaan Shang Di Gong meluas ke seluruh negeri, dan hampir setiap kota besar ada kelenteng yang memujanya.

*) Setelah jatuhnya Zheng Cheng Gong, Dinasti Qing yang berkuasa mendiskreditkan Shang Di Gong dengan mengatakan bahwa beliau sebetulnya adalah seorang jagal yang telah bertobat.  Usaha ini mempunyai tujuan politik yaitu melenyapkan dan mengkikis habis sisa-sisa pengikut Dinasti Ming secara moral, dengan memanfaatkan dongeng aliran lain tentang seorang jagal yang telah bertobat lalu membelah perutnya sendiri, membuang seluruh isinya dan menjadi pengikut aliran lain. Kura-kura dan ular yang diinjak itu dikatakan sebagai usus dan jeroan si jagal.

Pembangunan kelenteng-kelenteng Shang Di Miao sejak itu sangat berkurang.  Pada masa Dinasti Qing ini pembangunan kelenteng Shang Di Miao hanya satu, yaitu Lao Gu She Miao di Tainan. Tetapi sebetulnya kaisar-kaisar Qing sangat menghormati Xuan Tian Shang Di (玄天上帝), ini terbukti dengan dibangunnya kelenteng pemujaan khusus untuk Shang Di Gong di komplek kota terlarang, yaitu Istana Kekaisaran di Beijing, yang dinamakan Qin An Tian dan satu lagi di Istana Persinggahan di Chengde.

Mengenai riwayat Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) ini, seorang penulis yang hidup pada akhir Dinasti Ming, Yu Xiang Tou telah menulis sebuah cerita sejarah yang bersifat hikayat yang berjudul “Bei You Ji” atau “Catatan Perjalanan Ke Utara”.

Adapun ringkasan riwayat Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) seperti yang dikisahkan dalam novel tersebut adalah sebagai berikut:

Lahir pada keluarga Liu.  Ayahnya Liu Tian Jun, kemudian memberi nama Zhang Sheng yang berarti “Tumbuh Subur”.  Liu Zhang Sheng tumbuh menjadi anak yang cerdas. Pada usia tiga tahun Beliau sudah dapat membawakan sajak dan membuat syair.

Kembali Liu Zhang Sheng menitis di dunia, kali ini menjadi seorang putra raja yang bernama Xuan Ming. Karena kegagahannya Xuan Ming akhirnya diangkat menggantikan ayahnya yang wafat dan menjadi raja di negeri itu.  Pada suatu hari Miao Le Tian Zun datang dan mendidiknya memahami masalah kedewaan (Xiu DAO).

Titisan berikutnya adalah sebagai seorang putera raja di negeri Jing Luo Guo yang bernama Xuan Yuan Tai Zi.

Setelah melewati beberapa ujian dalam hidupnya, Xuan Yuan berhasil mencapai kesempurnaan dan menjadi Dewa dengan gelar Xuan Tian Shang Di (玄天上帝).

Selanjutnya dikisahkan Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) turun ke bumi menaklukkan berbagai siluman, antara lain siluman ular dan kura-kura, yang kemudian menjadi pengikutnya.

Kelenteng Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) yang pertama di Indonesia adalah Kelenteng Welahan, Jawa Tengah. Di Semarang sebagian besar kelenteng ada tempat pemujaan untuknya, sedangkan yang khusus memuja Xuan Tian Shang Di (玄天上帝) sebagai tuan rumah adalah Kelenteng Gerajen dan Bugangan.


Spread the love

Categories: Dewa-Dewi TAO

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.