Fu De Zheng Shen (福德正神 )

Spread the love

Fu De Zheng Shen

582538_4832761979762_148906183_n

Kitab Suci Dewa FUK TEK CEN SEN
(disadur dari buku SIU TAO menuju Kesempurnaan)

Rejeki (FUK) asalnya diberi TUHAN (THIAN), Moral (TEK) timbulnya dari Sanubari manusia.
Jujurkan diri dan lainnya, harus spotan semua.

Tanah Luar, remang-remang.
Nasib banyak godaan.
Ini disebabkan apa?

Segalanya sudah Takdir, Nasib seumur hidup pun diatur sedemikian rupa, yang tahu hanyalah Dewa-Dewa.

Memohon-mohon apakah pasti dikabulkan?
Bahaya dan Bahagia apakah karena kelakuan dirinya?

Jadi jutawan, hidupnya bahagia, semua disebabkan masa lampaunya. tapi sayang sekali kalau tidak berbudi hati malapetaka pun akan mengikutinya.

Yang berdasarkan Memohon, bersujud, hingga diterima jadi Dewa sejak dahulu jarang ada.

Sayang seribu sayang, mengapa kesadaran manusia demikian tipis?
yang dimaksud SIU TAO ialah mempertebal kebudian, memperkuat rohani dan jasmani, juga memupuk jasa-jasa.
Jadi yang sudah SIU TAO harapan jadi DEWA – pun masih sukar juga.
Dewa dalam klenteng-klenteng semuanya adalah Agung dan Mulia, Penganut-penganutnya harus mantap hati dan tebal iman.

Yang Sembahyang semua akan dapat Rejeki, Pemberian dengan cuma-cuma. Kalau memang dapat melihat (berjumpa) itu sudah lain soalnya, karunia dan kegaiban selalu diberikan kepada yang Kejodohannya besar saja.

Belajar tak membedakan siapapun dahulu dan siapa belakangan, hanya yang sukseslah dapat jadi pimpinan.
Hitunglah dari jaman ke jaman, berapakah pahlawan-pahlawan / pemuka-pemuka yang dapat mengerti dengan benar maksud inti masuk ke dunia dan keluar dari dunia, hingga melampaui sesamanya, jadi wali-wali atau Dewa-Dewa ?

Sedikit sadar, sedikit faedah.
Banyak sadar,banyak kebaikan.
Tak mau sadar, tak ada obat penolongnya.
Jaman berubah-ubah, dosa menimpa-nimpa,
Hanya yang sadarlah (WU TAO) dapat lepas dari sengsara, lepas dari ketenggelaman !

Manusia yang berbaik hati, Dewa-Dewa akan menyayangi, yang berbejat budi akan bingung dan dibenci.
Terlalu longgar / bebas harus dikendalikan, seperti sinar terang menyilaukan mata dikurangi sedikit terangnya.
Terlalu menekan diri harus bebas sedikit, seperti dikurung mendung harus ada cahaya-cahaya.

Fu De Zheng Shen (福德正神)– Dewa Bumi
Fu De Zheng Shen [福德正神]{Hok Kian = Hok Tek Cin Sin } adalah Dewa Bumi yang secara umum disebut pula sebagai Tu Di Gong [土地公]{Hok Kian = Tho Tek Kong }. Tua Pek Kong atau Toa pe kong (Chinese: 大伯公; pinyin: Dàbó Gōng Hakka: Thai phak koong: Hokkien: Tuā-peh-kong).

Ada sebuah versi yang mengatakan bahwa Hok Tek Cin Sin adalah Zhang Fu De [張福德] {Hok Kian = Thio Hok Tek}, seseorang yang pernah hidup di zaman Dinasti Zhou (Masa Kaisar Zhou Wu Wang). Zhang Fu De lahir pada tahun 1134 SM, sejak kecil telah menunjukkan bakat sebagai orang pandai dan berhati mulia.  Saat berumur 7 tahun, Beliau telah belajar ilmu sastra Tionghoa kuno, lincah, pintar, taat perintah orang tua, jujur, senang menolong fakir miskin, dan supel dalam pergaulan.

Saat berusia 36 tahun, Beliau memangku jabatan sebagai Menteri perpajakan kerajaan. Dalam menjalankan tugasnya, ia selalu bertindak bijaksana tidak memberatkan rakyat. Beliau selalu menolong yang miskin sehingga rakyat sangat mencintainya. Beliau wafat pada usia 102 tahun.  Jabatannya digantikan oleh Wei Chao, seorang yang tamak & kejam.  Rakyat sangat menderita karena Wei Chao tidak mengenal kasihan dalam menarik pajak.  Karena derita yang tak tertahankan, rakyat banyak yang pergi meninggalkan kampung halamannya, sehingga sawah ladang banyak yang terbengkalai.  Dalam hati mereka amat mendambakan seorang bijaksana seperti Thio Hok Tek yang telah wafat itu.  Lalu mereka memuja Thio Hok Tek sebagai tempat memohon perlindungan.  Dari nama Thio Hok Tek inilah kemudian muncul gelar Hok Tek Cin Sin yang dianggap sebagai Dewa Bumi.

Pada masa kuno, hanya para pejabat pemerintah yang diperbolehkan untuk membangun kuil pemujaan kepada tatanan para dewata.  Masyarakat awam tidak diperbolehkan untuk berdoa di sana.  Namun, masyarakat menemukan cara untuk bersembahyang kepada Tu Di Gong; masyarakat yang kebanyakan merupakan petani atau penggarap sawah yang kurang mampu itu membuat papan dari tanah liat kemudian meletakkan di tanah sebagai media untuk berdoa. Itulah sebabnya altar untuk Tu Di Gong diletakkan di atas tanah, sementara altar untuk Fu De Zheng Shen diletakkan di atas meja altar

Dijaman saat ini yang sangat maju dan lebih rasional, maka sudah bukan jamannya lagi menaruh altar Tu Di Gong [ 土地公] di lantai/tanah, karena sama dengan merendahkan Dewa Bumi.  Dewa Bumi adalah jabatan, tetapi beliau tetap sejajar dengan Dewa-Dewa lainnya, maka pemujaannya haruslah tetap disejajarkan di atas meja altar sembahyang.

Versi lain menyebutkan Fu De Zheng Shen [福德正神] biasa disebut Thu Tee Kong, asalnya dari kota SIANG YANG dan bernama LIU CE JANG, sejak lahir rambutnya putih dan mukanya merah, pemujanya juga banyak, dan kebanyakan hanya minta rejeki dan bahagia padanya.

Tu Di Gong [ 土地公] dan Fu De Zheng Shen [福德正神] adalah satu Dewa. Tu Di Gong [ 土地公] adalah jabatannya, Fu De [福德]adalah nama aslinya, Zheng Shen [正神] adalah gelarnya.
hari Kebesaran Fu De Zheng Shen [福德正神] tanggal 2 bulan 2 imlik.

*) note ada beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan:
1. Kenapa rupang Tu Di Gong memegang tongkat naga. Sedangkan Fu De Zheng Shen memegang emas
2. Kenapa rupang Tu Di Gong biasanya didampingi Tu Di Pho, sedangkan rupang Fu De Zheng Shen sendiri?
3. Kenapa perayaan ulang tahun nya berbeda?

jawab :
1. Rupang Fu De Zheng Shen ada juga yang pegang tongkat dan juga pegang emas dan Ruyi. Ini hanya tergantung si Pembuat rupang saja.
2. Kalau istri Tu Di Gong ….. kan gampang sebutnya Di Di Bo …..
lha kalau Fu De Zheng Shen ….. mereka gak tahu bagaimana memberikan namanya .
Tapi ada juga yang membuat rupang satu pasang Fu De Zheng Shen.
3. Kalau ini karena banyak versi cerita tentang Dewa/i …… sehingga terjadi banyak hari perayaannya.
Seperti juga Dewa-dewi lainnya.


Spread the love

Categories: Dewa-Dewi TAO

Tags: , , , ,

2 replies

  1. bagus ya ulasannya, jd mengerti sejarahnya
    cuman mau tanya apakah benar ada Tu Di Po?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.