Guan Sheng Di Jun (關聖帝君/ Guan Gong)

Spread the love

Guan Gong (Dewa Guan): gelar kehormatan untuk Guan Yu 關羽(160-219 M) kemudian dipuja sebagai Guan Di.  Pada gambar terlihat mengendarai kudanya . Guan Gong memiliki kharisma Agung, jenggot panjang, wajah coklat gelap dan bibir merah tua. “Beliau memiliki mata seperti phoenix dan alis lebat baik seperti ulat sutra. Seluruh Penampilannya bermartabat dan menakjubkan.”

“Gong” berarti tuan, gelar kehormatan, sementara “Guan” adalah nama keluarga. Oleh karena itu Guan Gong berarti “Dewa Guan”. Namanya yang sebenarnya adalah Guan Yu. Guan Yu adalah nama beliau ketika memulai karir militernya.

Meskipun ada banyak legenda yang melekat pada Dewa Guan Gong, beliau bukan sosok mitologis, tetapi sosok yang sebenarnya dalam sejarah. Guan Yu hidup di periode Tiga Kerajaan, waktu perang sipil periode 3 negara.  Guan Yu dilahirkan di kabupaten Jie, wilayah Hedong (sekarang kota Yuncheng, provinsi Shanxi), beliau bernama lengkap Guan Yun Chang atau Kwan Yin Tiang di tahun 160 M. Kita mengenal Dewa Guan Gong terutama melalui kisah Roman sejarah Sānguó yǎnyì (三國演義),  yang dikenal di dunia berbahasa Inggris sebagai ‘The Three Kingdoms’ yang ditulis oleh Luo Guan Zhong (羅貫中) seorang sastrawan dinasti Ming yang mengambil referensi dari literatur sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara di Tiongkok dimulai dari penghujung Dinasti Han, pecahnya Tiongkok ke dalam tiga negara dan kemudian dipersatukan kembali di bawah Dinasti Jin. Selain dari sejarah resmi, Luo juga mengambil referensi dari cerita rakyat turun temurun yang dituturkan secara lisan di masyarakat pada masa hidupnya  pada abad ke-14.  Kisah roman yang menceritakan masa penuh gejolak selama jatuhnya Dinasti Han: 漢朝 (206 SM 220 M) yang kedua, dan didahului oleh Dinasti Qin (221–206 SM) dan digantikan oleh Zaman Tiga Negara (220–280 M). Bertahan selama lebih dari empat abad, periode Han dianggap sebagai zaman keemasan dalam sejarah Tiongkok. Hingga saat ini, kelompok etnis mayoritas Tiongkok menyebut diri mereka sebagai “Tionghoa Han” dan aksara Tionghoa disebut sebagai “aksara Han”. Dinasti ini didirikan oleh pemimpin Liu Bang,  sebagai Kaisar Gaozu dari Han, berturut-turut periode Tiga Kerajaan

Kebajikan Guan Gong melambangkan – Kehormatan, Loyalitas, Integritas, Keadilan, Keberanian, dan Kekuatan – adalah cita-cita yang benar-benar dapat mempengaruhi kita. Di negara-negara Barat Dewa Guan Gong dikenal “Tao God of War”.  Sebutan ini berasal dari fakta bahwa Dewa Guan Gong adalah jenderal paling terkenal dari sejarah Tiongkok.  Dalam pertempuran beliau selalu mendominasi  Medan pertempuran sebagai yang paling kuat, paling terampil dan paling berani, serta pemimpin mampu dan taktis.

Guan Yu ditampilkan bersama dengan Zhang Fei, pejuang besar lain, di bawah Liu Bei, salah satu pemimpin utama pada periode Tiga Kerajaan. Dalam babak pertama dalam kisah roman sejarah tersebut diceritakan bagaimana Guang Yu dalam pengembaraannya berjumpa dengan Liu Bei dan Zhang Fei disebuah kedai arak. Dalam pembicaraan mereka ternyata cocok dan sehati, sehingga memutuskan untuk mengangkat saudara.  Upacara pengangkatan saudara ini, dilaksanakan di rumah Zhang Fei dalam sebuah kebun buah Tao atau kebun persik. Liu Bei menjadi saudara tertua, Guan Yu yang kedua dan Zhang Fei yang ketiga. Bersama-sama mereka bersumpah sehidup semati dan berjuang untuk membela negara. Peristiwa ini terkenal dengan nama “ Tao-Yuan-Jie-Yi ”(桃 园 结 义) atau “Sumpah Persaudaraan Di kebun Persik”, sangat dikagumi oleh orang dari zaman ke zaman dan dianggap sebagai lambang persaudaraan sejati. Lukisan tiga bersaudara yang sedang melaksanakan upacara sumpah angkat saudara ini banyak menjadi objek lukisan, pahatan, patung keramik yang sangat disukai orang hingga sekarang ini.  Mereka berjanji untuk menggabungkan kekuatan mereka bersama-sama untuk melindungi rakyat biasa, untuk berbakti kepada Kaisar dan mati pada hari yang sama.

Karakter sifat mulia yang tercermin dari sosok Guan Yu, yang bisa menjadi teladan bagi kita semua.

  1. Wajib sepenuhnya menghargai Kesetiaan, Berbakti dan Keadilan.
  2. Lambang Kehormatan, Loyalitas, Integritas, Keadilan, Keberanian, dan Kekuatan.
  3. Patriotis sejati.
  4. Menjaga norma susila.
  5. Tidak tergiur akan kesenangan/kenikmatan.
  6. Tidak silau akan nama dan harta.
  7. Mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada diri sendiri.

Guan Yu bukan saja telah menjadi sosok yang identik dengan Dewa Besar agama TAO , Beliau adalah penyatu kultur masyarakat Tiongkok di manapun berada dan menjadi sebuah lambang semangat Kesetiaan, Pengabdian dan Sikap lurus.

Guan Gong adalah Dewa TAO yang termasyur.

Sebagai Dewa TAO yang termasyur, Kwan Kong juga dipuja oleh umat Konfusianisme dan Buddhisme.

Penghormatan terhadap Kwan Kong sebagai orang ksatria yang teguh terhadap sumpahnya, tidak goyah akan harta kekuasaan dan kedudukan dan setia terhadap saudara-saudara angkatnya, menyebabkan beliau memperoleh penghormatan yang tinggi oleh kaisar-kaisar pada jaman berikutnya.

Kwan Kong memperoleh gelar yang tidak tanggung-tanggung, beliau disebut ‘Di’ yang berarti ‘Maha Raja“. Sejak itu beliau disebut Guan Di (Guan Di Ye), Guan Sheng Di Jun (關聖帝君) yang berarti Paduka Maha Raja Guan, sebutan gelar Kedewaan yang sejajar dengan Xuan Tian Shang Di.

Guan Dao di kuil Guanlin di provinsi Luoyang, Henan.
guan_g1

guan_g2

guan_g3

guan_g4

guan_g5

guanyu_3

guanyu_6

guanyu177

guanyu13

Guangong_de_dao

guanyu14

guanyu15

guanyu16

 


Spread the love

Categories: Dewa-Dewi TAO, Tempat Bersejarah TAO

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.