Hari Istimewa

Spread the love

celebration_of_love-wallpaper-1366x768
Janganlah menunggu hari istimewa…
Baru memakai barang yang bagus.

Kepala Rumah Sakit Lin Bing Wen meninggal dunia karena infeksi pada usia 61 tahun. Kematiannya yang tiba-tiba mengagetkan rekan-rekan medis, dia boleh dibilang masih cukup muda.

Kehidupan sungguh amat rentan, hidup mati adalah kehendak yang diatas tidak bisa dicegah, bahkan Steve Job (Bos Apple) menghadapi sakit dan mati juga tidak berdaya.

Beberapa tahun yang lalu, seorang istri teman baru saja meninggal. Dia bilang: “Ketika aku sedang beres-beres barang-barang istriku, kutemukan sebuah scharf sutera, yang kami beli di sebuah toko mewah di NewYork dalam suatu tour kami.”

Itu adalah sebuah scarf yang cantik, anggun dan bermerk. Bahkan harganya masih tertera di sana, istrinya terlalu sayang untuk memakainya, dia selalu menunggu suatu hari yang istimewa untuk memakainya.”

Sampai disini, dia diam, dan sebentar melanjutkan: “Sudahlah. Jangan menunggu hari yang istimewa, baru memakai barangmu yang bagus. Setiap hari dalam kehidupanmu adalah istimewa”

Kini, setiap teringat akan kata-kata itu, aku akan meletakkan tugas-tugasku, cari bacaan ringan atau memutar musik-musik indah, berbaring santai di sofa, menikmati waktu yang benar-benar milikku.

Aku akan menikmati air sungai yang tampak dari jendela rumahku, tanpa peduli adanya debu di kaca jendela, aku akan mengajak orang-orang di rumah makan diluar.

Kehidupan seharusnya adalah perjalanan pengalaman-pengalama yang mesti disayang/dinikmati, dan bukannya hari-hari yang pahit/susah hanya untuk mempertahankan hari-hari yang telah lewat.

Aku pernah berbagi perbincangan ini dengan seorang wanita. Dan ketika bertemu lagi dengan dia, dia bilang bahwa sekarang dia sudah tidak seperti dulu lagi, menyimpan gelas-gelas keramiknya didalam lemari anggurnya.

Dulu dia mengira akan menggunakannya pada hari yang istimewa, akhirnya dia menyadari hari itu tidak pernah datang.

“Kelak/nanti”, “Suatu saat nanti” sudah tidak ada lagi di kamusnya.
Kalau ada hal yang menggembirakan, kalau ada hal yang memuaskan, dia akan berusaha mengalaminya sekarang dan mendengarkannya segera.

Kita sering ingin berkumpul dengan teman-teman, tapi selalu berdalih “cari kesempatan”.
Kita sering ingin memeluk anak-anak yang mulai besar, tapi selalu menunggu kesempatan yang tepat.

Kita mungkin ingin menulis sesuatu buat belahan jiwa, betapa kita menyayanginya, betapa kita mengaguminya, tetapi selalu bilang dgn diri sendiri tidak buru-buru.

Sebenarnya setiap pagi kita membuka mata, ini adalah hari yang istimewa. Setiap hari, setiap menit adalah sangat berharga.

1. Janganlah selalu bekerja dalam kondisi tertekan, akan merusak/melelahkan diri !

2. Jangan lupa bahwa tubuh kita adalah segalanya, bila tidak sehat, tidak akan bisa menikmati semua kenikmatan dan keindahan kehidupan ini.

3. Jangan berpikir bahwa yg bisa menolong hidupmu adalah dokter, sebetulnya adalah dirimu sendiri, menjaga kesehatan adalah lebih penting daripada menyelamatkan nyawa.

4. Jangan berpikir bahwa setiap pemberian selalu harus ada imbalannya; sebenarnya hanya karena tidak mengharapkan imbalan, maka akan beroleh imbalan yang baik.

5. Jangan meremehkan orang-orang yang berjodoh denganmu, karena ketika masa-masa itu lewat, barulah menyadari betapa kesempatan itu sulit sekali dijumpai.

Bekerjalah dengan wajar dan alamiah !
Pelan-pelan menikmati perjalanan kehidupan, nikmati setiap hari dari kehidupan ini dengan gembira !

Setelah melihat tulisan pendek ini, bagikan buat keluarga dan teman-temanmu !
Mungkin kamu bisa mengubah banyak orang !!


Spread the love

Categories: Intermezzo

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.