Harta atau nyawa

Spread the love

Oleh ZMR Lie Ping Sen.
• Sebuah perahu sedang berlayar ditengah sungai yang sangat lebar, perahu tersebut berisi beberapa penumpang dan tentu saja ada seorang yang bertindak sebagai nahkoda kapal tersebut.
• Semua penumpang sedang tidur pulas, ketika tiba-tiba datang angin kencang yang menerpa kapal itu, gelombang sungai tersebut menjadi bergulung-gulung, kapal terombang ambing mengikuti alunan gelombang air.
• Sang nahkoda berusaha mengendalikan kemudi kapal agar kapal tidak tenggelam, semua penumpang panik dan bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan.
• Beberapa saat kemudian, angin mulai reda, gelombang tidak lagi mengganas, namun kapal sudah mengalami kebocoran disana sini.
• Dengan terpaksa sang nahkoda meminta seluruh penumpang untuk terjun ke sungai dan berenang ketepian untuk menyelamatkan diri.
• Ketika sebagian besar sudah sampai ke tepi sungai, ternyata masih ada seorang yang masih berada ditengah sungai, rupanya orang tersebut keberatan karena membawa sebungkus batangan emas yang cukup berat.
• Yang lain mulai berteriak agar membuang bungkusan tersebut, agar nyawanya bisa selamat.
• Namun orang tersebut tetap tidak mau terpisahkan dengan hartanya itu, akhirnya mati tenggelam bersama batangan emasnya.
• Banyak manusia yang begitu mementingkan materi, sehingga sering mengabaikan segi moralitas, bahkan nyawanya sendiri pun tidak lagi bisa dipertahankan.
• Orang Siutao, harus bisa menyelaraskan kehidupannya, harus bisa mengendalikan hartanya, bukannya dikendalikan oleh hartanya.
• Orang Siutao, harus bisa menyayangi nyawanya, karena dengan begitu baru bisa memperoleh kesempatan dan waktu yang lebih panjang untuk merevisi diri.
• Harta adalah pelengkap didalam kehidupan ini, bukanlah segalanya.
• Harus bisa mencari harta dengan jalan yang benar, bisa menikmati secara baik, dan menggunakan hartanya untuk perbuatan yang berguna bagi nilai-nilai kemanusiaan.
• Kalau sampai hanya mati-matian  mencari harta, apa gunanya ?
• Terbelenggu oleh keserakahan harta, mata bathinnya akan tertutup oleh keserakahan itu.
• Hanya dengan pemahaman yang benar terhadap makna hidup, hanya dengan bathin yang penuh dengan nilai-nilai kebenaran ( TAO ), manusia bisa hidup dengan tidak terbelenggu keserakahan harta benda.
• Hanya dengan begitu, manusia bisa hidup lebih berarti, dan menemukan kebahagiaan abadi.


Spread the love

Categories: ZMR. Lie Ping Sen

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.