Keluarga Morley, Keluarga Mulia

Spread the love

Ini adalah foto Jack Ma dan David Morley di sebuah taman di Hangzhou, tahun 1980. David waktu itu berkunjung ke Hangzhou sebagai turis, bersama ayahnya, David. Ia berkenalan dengan Ma Yun (nama asli Jack Ma), yang waktu itu sangat getol belajar bahasa Inggris. Ma Yun naik sepeda beberapa kilo dari rumahnya, untuk sampai ke pusat kota. Di situ ia mencari turis untuk dipandu ke tempat wisata. Ia memberikan panduan gratis, agar dapat kesempatan belajar bahasa Inggris. Dari kegiatan itulah ia mendapat nickname Jack.

Setelah David pulang, mereka sering bersuratan. Jack rajin menulis surat untuk melatih kemampuannya berbahasa Inggris. David membalasnya. Kelak, Ken, ayah David terenyuh melihat kegigihan Jack. Ia kemudian ikut dalam surat menyurat itu. Tak hanya membalas surat, ia mengoreksi kesalahan penulisan dalam surat Jack, dan mengirim surat itu kembali bersama balasannya. Dengan cara itu ia menjadi guru bahasa Inggris jarak jauh bagi Jack Ma.

Cukup? Tidak. Kelak ia mengundang Jack ke rumahnya, menginap di situ sebulan. Jack mendapat banyak inspirasi dari kunjungan itu. Selesai? Belum. Ken kemudian rutin mengirimi Jack uang untuk biaya kuliahnya. Ketika Jack menikah, Ken memberinya uang 22.000 dolar, yang dipakai Jack untuk membeli apartemen sederhana tempat itu memulai hidup. Dari situlah ia mulai memikirkan untuk mendirikan perusahaannya.

Keluarga Ken sungguh luar biasa. Mungkin ada banyak turis yang waktu itu sudah bertemu dengan Jack Ma, yang menganggapnya sekadar gangguan. Mereka mungkin menghindar, atau menghardiknya. Tapi Ken menjadikan Jack Ma, yang secara ekonomi sangat jauh kelasnya dari mereka, sebagai sahabat bagi anaknya. Ia memberi kesempatan pada Jack untuk bermain dengan David. Ia tak melihat ada masalah pada hubungan itu. Lalu, seperti saya tulis di atas, kebaikan Ken tidak berhenti sampai di situ.

Menariknya, setelah Jack Ma sukses dan kaya raya, Ken tidak menuntut balas budi. David juga tidak. Ia tidak memanfaatkan Jack Ma. Ia menjalani hidupnya sebagai orang biasa saja.

Bagi saya ini pelajaran penting. Setiap orang yang pernah kita temui tidak hanya mungkin sukses, tapi juga berhak sukses. Artinya, jangan pernah meremehkan orang miskin, orang bodoh, atau apapun derajat yang kita anggap lebih rendah dari kita. Lebih dari itu, saya tulis tadi, dia berhak sukses. Ulurkan bantuan sebisa kita. Kalau bisa yang sifatnya berkelanjutan, yang benar-benar membantu dia mengubah hidupnya. Kalau tidak, berilah bantuan sebisanya. Atau, setidaknya, jangan merendahkan atau menjauhi dia.

( penulis : Kang Hasan )


Spread the love

Categories: Cerita Inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.