KESADARAN ILUSI

Spread the love

oleh Albert Tjhie

10353696_798297303534097_7270314741869041557_n

10511116_798292180201276_4266765465236839071_n

Bayangkan jika suatu hari kita disuguhi masakan yang lezat oleh teman kita. Kemudian setelah kenyang kita diberitahu bahwa masakan yang barusan kita santap terbuat dari daging tikus. Apakah yang terjadi?

Mungkin kita akan merasa mual dan muntah.
Tetapi di Manado dan Flores, menyantap daging tikus merupakan hal biasa.
Kenapa bisa demikian?
Ini karena pikiran kita sudah terkondisikan dan mempunyai persepsi bahwa tikus itu menjijikan dan bukanlah menu makanan. Tapi persepsi ini tidak ada di masyarakan Manado dan Flores sehingga mereka bisa menyantap daging tikus tanpa ada penolakan batin dan fisik.
Contoh diatas adalah salah satu bukti bahwa jiwa manusia itu terbentuk melalui kebiasaan. Kebiasaan ini membentuk persepsi dan persepsi mengendalikan hati bahkan fisik. Inilah yg disebut ILUSI BATIN.
Contoh lain:
Seandainya kita terlahir di India, ditengah-tengah keluarga Hindu dan sejak kecil dididik dengan ajaran serta doktrin Hindu, kemungkinan besar kita akan beragama Hindu. Jika kita terlahir jadi anak Ratu Inggris, sepertinya tidak mungkin kita akan sembahyang di klenteng…he..he..he..
Memang perpindahan agama selalu ada. Tetapi pasti ada pemicunya.
Dan biasanya juga karena pengaruh lingkungan dan pendidikan.
Intinya adalah, jika kita terlahir ditempat yang berbeda dan dididik dengan doktrin yang berbeda. Maka mungkin kita akan menjadi PRIBADI yang berbeda, mempunyai IMAN yang berbeda dan meyakini AGAMA yang berbeda. Kesadaran kita dibentuk oleh lingkungan dan pendidikan. Persepsi kita dibentuk oleh lingkungan dan pendidikan. Pada umumnya agama menggunakan cara ini. Mereka mendoktrin umatnya dan membentuk kesadaran mereka agar menjadi orang yang taat terhadap ajaran agama.

Tao tidak menganggap hal itu salah. Hanya saja Tao tidak menggunakan metode tersebut dalam membimbing umatnya. Dalam belajar Tao kita berusaha mengembangkan nalar dan kesadaran diri dan bukan mempelajari serta meyakini ajaran / doktrin. Justru kita berusaha ‘lepas’ dari belenggu doktrin yang terlanjur tertanam dan membentuk ILUSI yang membungkus kesadaran kita. Dengan cara itu, umat Tao coba kembali meraih kebeningan batin seperti anak kecil.
Coba bandingkan kebeningan batin anak kecil usia dibawah 3 th dengan batin rohaniwan yang soleh.
Tao membimbing umatnya agar kembali menemukan kebeningan batin seperti ketika kita kecil ketika belum dibentuk oleh doktrin.

Jadi sebenarnya Hidup itu nyata dan bukan ilusi.
Persepsi kita terhadap Hidup lah yang ILUSI.
Ini karena persepsi kita berasal dari KESADARAN ILUSI.
JIka ada ilusi, maka berarti ada SESUATU yang terkena ilusi.
Karena jika tidak ada yg SEJATI, dimana ilusi tersebut akan ‘menempel’?
Metode Tao membimbing kita untuk ‘MENEMUKAN’ yang SEJATI ini…..

Sebagai hidangan penutup….ada menu menarik berupa embrio bebek rebus ,khas Vietnam….he..he..he….

Jika kurang, silahkan coba menu lainnya di link berikut
Rasakan Sensasi Ilusinya…he..he..he…:
http://www.tahupedia.com/…/10-Makanan-Paling-Ekstrem-di-Dun…


Spread the love

Categories: Artikel

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.