Kisah Masa Kecil Hua Tuo

Spread the love

Hua Tuo sudah terlihat sangat pandai sejak masa belianya. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia 7 tahun. Karena keluarganya miskin, ibunya memutuskan untuk mengirim Hua Tuo untuk belajar pengobatan kepada tabib Cai, seorang teman dekat ayahnya.

Hua Tuo pergi ke kota dan bertemu dengan tabib Cai. Setelah ia mengutarakan keinginannya menjadi seorang tabib pengobatan, tabib Cai berpikir pada dirinya sendiri, “Bagaimanapun, saya harus mengetes anak itu.”.

Tabib Cai melihat beberapa muridnya sedang mengumpulkan daun mulberi di halaman belakang, tetapi mereka mendapat kesulitan untuk mencapai daun di dahan tertinggi ketika memanjat pohon. Ia memutuskan ini akan menjadi tes pertama untuk Hua Tuo.

Ia bertanya pada Hua Tuo, “Bisakah kamu memikirkan cara untuk mengumpulkan daun dari dahan tertinggi di pohon itu?”

Hua Tuo berkata dengan percaya diri, “Oh, itu mudah.”

Hua Tuo meminta sepotong tali, dan mengikatkan batu kecil di ujung tali tersebut. Ia melemparkan tali itu di sekeliling dahan tertinggi dan berhasil mengumpulkan semua daun di dahan itu, melengkung karena berat dari batu. Selanjutnya, tabib Cai melihat dua ekor kambing sedang berkelahi dengan mata mereka yang memerah.

Tidak ada seorang pun yang bisa memisahkan kedua kambing ini. Ia memutuskan ini akan menjadi tes kedua untuk Hua Tuo.

Ia berkata “Hua Tuo, bisakah kamu memisahkan kedua kambing ini?” Hua Tuo segera menjawab,

“Tentu saja”. Ia mengambil rumput memenuhi kedua tangannya dan meletakkanya di sebelah kambing tersebut di kedua sisi.

Kambing- kambing itu telah lapar karena berkelahi, maka mereka segera berlari untuk menikmati rumput tersebut. Perkelahian itu berhenti bahkan tanpa perlu diusahakan. Sangat kagum dengan kepandaian Hua Tuo, tabib Cai dengan gembira menerimanya sebagai murid.


Spread the love

Categories: Artikel

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.