Kisah nyata selamat dari mara bahaya

Spread the love

INFO BILA PIKNIK KE BALI… Bagi yang suka jalan/liburan ke Bali

Sedikit info, khusus nya yg suka ke area tebing/pantai kawasan Bali Clift – Banyan tree – Pandawa beach dengan mengendarai sepeda motor…

*Jangan pernah memberi makan pada kerumunan monyet yg sering terlihat di kawasan Bali Clift* .. agar tidak mengalami nasib seperti saya…

Pekan lalu saya naik sepeda motor🛵🏍 ke kawasan pantai bersama teman2 yg sdg liburan kebali, dan tiba di kawasan area Bali Clift saat menjelang sore…. Saya lihat sekumpulan monyet memenuhi jalan… Saya beri mereka gorengan tahu isi 5 buah…. walau sempat saya baca pengumuman *Larangan memberi makan pada monyet*.. tapi saya pikir tak apalah… toh saya lihat mereka sepertinya sdh jinak. … Setelah saya lempar Tahu isi tsb mereka saling berebutan… Tapi tiba-tiba monyet2 itu menatap tajam dan aneh kepada kami serta seakan mau menyerang. Dgn memperlihatkan taringnya yg runcing… Maka saya dan teman2 saya suruh cepat-cepat tancap gas, tapi monyet-monyet itu juga semakin kencang larinya mengejar kami.

Dasar lagi apes tak jauh dari tempat tersebut, macet melanda.. ada bus turis mengalami patah As rodanya hingga melintang di tengah jalan… Teman saya terpaksa menghentikan motornya… dan tak saya duga… Kira kira 8 – 10 ekor monyet sudah mengepung dan mengerumuni kami dgn memperlihatkan taringnya, ketakutan pun melanda… keringat dingin bercucuran ditubuh saya… sementara teman saya tak kalah takutnya…

Ditengah kepanikan… tiba2 monyet yg tubuhnya besar menghampiri… dan berkata..” *CABE RAWITNYA MANA…???*
Astagaaa.. tenyata saya lupa ngasih cabe bersamaan tahu isi tadi…!!!

Jangan lupa tersenyum 😁😁😁

Klo cerita diatas itu info lelucon, tidak apalah untuk refreshing.
Tapi ini kejadian benar, saya pernah bersama istri dan seorang teman dari jepang ke uluwatu untuk lihat sunset.
Pada saat itu langit cerah sehingga pemandangan terlihat bagus bener waktu matahari terbenam. Kami ada di tepi pagar, jadi klo lihat kebawah bisa lihat ombak yang memecah di karang jauh dibawah tebing uluwatu.
Ketika matahari tinggal sedikit lagi menghilang, ada yang membisiki saya, coba lihat ke kiri, maka saya lihat kekiri, ternyata di jarak sekitar 10 meter sudah ada 2 kera besar melihat kearah kami dengan meringis menunjukkan taringnya, dan di belakangnya agak jauh sudah ada ratusan kera biasa (kecil) yang juga melihat ke kami.
Saat itu terasa suasana sangat menakutkan, terasa serem denga kehadiran begitu banyak kera yang meringis-meringis seperti itu.
Dan saat itu pula saya mendengar bisikkan lagi, segera tinggalkan tempat ini jangan tunda, tinggalkan perlahan dengan tidak membuat gerakan yang mendadak, jangan lari jalan biasa saja.
Maka saya langsung memberitahu istri dan teman jepang ini untuk meninggalkan tempat dengan berjalan keluar.
Kami berjalan dengwn sangat perlahan dan tetap diawasi dan diikuti kera yang besar tadi. Setelah agak jauh berjalan kedua kera besar itu berhenti mengikuti. Dan kami tetap berjalan turun ke luar ke tempat parkir, ternyata sudah tidak ada seorangpun termasuk petugas sudah pulang semua.
Nah begitu kami masuk ke mobil, saya langsung balik pulang ke denpasar.
Di denpasar saya ketemu dengan teman (pemangku) dan saya ceritakan kejadian di uluwatu , dia menerangkan, biasanya setelah matahari terbenam, petugas segera pulang dan tabir di uluwatu otomatis terbuka lagi sehingga kera jadi liar, jadi hati-hati hlo klo ke uluwatu waktu sore hari.
Nah itu pengalaman saya di uluwatu.
Kami sangat berterimakasih kepada Maha Dewa Thay Shang Lao Cin yang sudah memberi bisikan dan menuntun kami sehingga dapat keluar dari kawasan uluwatu dengan selamat dan tidak sampai diserang oleh ratusan bahkan mungkin ribuan kera yang ada disana.
Demikian semoga bermanfaat,
xie xie. TSBY.
(Timo-Bali)

 

 


Spread the love

Categories: Cerita Inspiratif

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.