Lapang Dada

Spread the love

oleh ZMR Lie Ping Sen

1. Kapan terakhir kali kita ingat kejadian yang membuat kita kesal, sakit hati, marah… Itu berarti di hati kita masih ada hal-hal negatif yang melekat kuat….kapan sakit hati itu bisa di buang ? Kalau masih tidak bisa….ya berarti hatinya penuh dendam…masih jauh dari target Siutao….. Cobalah untuk memaafkan orang lain dengan tulus, juga meminta maaf dengan tulus ( meskipun mungkin merasa tidak salah…? )

2. Apakah kita sering merasa orang lain gak beres…orang lain salah…? Lalu mau protes….bahkan mau “melabrak” orang itu ? Berarti kita kurang toleransi pada orang lain…. Apakah kita tidak pernah bersalah ? Wajar orang berbuat salah….yang penting adalah kemauan untuk merubah menjadi lebih baik. Toleransi kita, menunjukkan kebijaksanaan kita…. Toleransi kita akan membuat suasana lebih baik.

3. Sabar…..disayang Tuhan….itu kata orang lain….ThayShangZhuiYouQing….ThayShang itu maha pengasih….jadi bila kita menjadi umat ThayShang, ya harus selalu mengendalikan emosi, jangan sembarang mengumbar emosi….apalagi pokrol bambu, main tangan dan kaki….utamakan mentalitas dan kwalitas jiwa yang sabar, pemaaf, selalu memikirkan kembali tindakan yang akan diambil. Kesabaran kita, harus seperti embun pagi yang sejuk…..

4. Lapang dada….air se ember kita beri setitik tinta, air dalam ember menjadi keruh….tapi setitik tinta bila diteteskan kedalam sebuah danau, air danau tetap jernih….ini karena masalah daya tampung….hati kita juga begitu, kalau dada kita sempit, kena sedikit masalah, kita ikut jadi kacau….kalau dada kita lapang, masalah tak akan mempengaruhi kita.

5. Pandangan harus luas, lebar dan dalam. Dalam belajar apapun, termasuk dalam proses Siu Tao, jangan tanggung-tanggung…..dalam kehidupan juga begitu, pengertian kita membuat pandangan kita luas, bisa menilai dari segala sudut, pandangan harus juga luas, memahami yang orang lain belum memahami, dan mendalam serta detail, jangan setengah-setengah….

6. Tidak menyepelekan hal kecil. Orang bisa jatuh karena batu yang kecil ( kerikil ) , bukan oleh batu yang besar. Begitu juga Siu Tao kita, jangan sombong, jangan gegabah….jangan sampai “gagal” karena masalah “kecil”….misalnya masalah rumah tangga, masalah kesetiaan, masalah etika se hari-hari….

7. Tidak banyak hitung untung rugi. Untung dan rugi sebetulnya sama saja, hitam dan putih juga sama, tergantung bagaimana kita melihatnya….kalau maunya untung terus, justru akan merugi terus. Kalau rela untuk rugi, justru akan mendapat banyak keuntungan….mau memenuhi nafsu untuk memiliki seberapa banyak….? Yakinkah mampu menampungnya selamanya ? Rugi sedikit kenapa…? Untung sedikit juga apa yang dibanggakan….kurangi selalu hitung untung rugi….hidup kita akan lebih bahagia.

8. Memelihata dan menjaga komunitas Tao yang harmonis. Ketika pertama di Taoying, bukankah sudah dianjurkan untuk menganggap Taoyu sebagai saudara sendiri ? Sesama saudara dalam Tao, kenapa tidak bisa harmonis….kenapa tidak bisa rukun….kenapa saling menyakiti ? Kalau bukan kita yang menjaga rumah dan keluarga serta saudara-saudara kita….lalu siapa ? Kita yang harus bisa menjaga rumah kita, komunitas kita. Jagalah agar lebih harmonis….dan tunjukkan pada dunia bahwa Tao kita memang Agung dan Mulia.


Spread the love

Categories: Artikel

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.