MAKNA KIRAB MENGGOTONG KELILING RUPANG DEWA DEWI KELENTENG

Spread the love

bagi sebagian umat di kalangan pemeluk agama budha,tao dan khonghucu,kirab menggotong rupang/kimsin dewa dewi sudah merupakan hal yang tidak asing lagi.
saya tidak ingat betul kapan ritual menggotong rupang/kimsin dewa dewi ini mulai marak dilakukan oleh sejumlah kelenteng dan vihara,yang sebelumnya sempat dilarang oleh pemerintah.namun menurut pengamatan saya secara pribadi,makna dari kirab tersebut kadang menjadi rancu dan terkesan berbeda dengan makna sebenarnya.
makna dari kirab menggotong rupang/kimsin dewa dewi menurut hemat saya adalah:


1. Dengan ijin dan berkenannya dewa dewi kita untuk diadakan kirab mengelilingi jalan2 untuk keliling kota adalah memohon keselamatan serta berkah kepada dewa dewi kita,agar kota kita terbebas dari bencana dan malapetaka,serta diberikan kesejahteraan bagi umat maupun rakyat pada umumnya.

2.Dijaman dahulu arak arakan tersebut bertujuan sebagai tolak bala serta sebagai salah satu cara untuk mengusir wabah penyakit serta mengusir kekuatan jahat yang mungkin menggangu kota tersebut.

3.Sebagai salah satu simbol kebudayaan dan kebesaran serta kemuliaan dewa dewi kita.
akan tetapi pada keadaan sekarang yang sering saya jumpai makna ini sudah agak bergeser dari tujuan kirab yang sebenarnya.sering kali saya jumpai dan hampir pada semua acara kirab menggotong rupang/kimsin dewa dewi kita,banyak kesan hura hura dan agak sedikit ugal ugalan dalam cara menggotong tandu/khio rupang/kimsin dewa dewi kita.
seharusnya menggotong tandu/khio dewa dewi kita dengan menunjukkan sikap dan hormat yang baik terhadap dewa dewi sesembahan kita.bukan dengan cara menggoyang keras keras dan membawanya lari seperti orang kesetanan begitu……..
kalau sampai ada satu insiden,misalkan sampai jatuh karena berlari sedemikian kencang membawa rupang/kimsin kita,lalu bisakah kita membayangkan kalau sampai hal ini terjadi…..,,,!!!!????
tentunya akan sangat memalukan serta sangat merugikan banyak pihak.

pertama :akan bisa menurunkan harkat serta kewibawaan dewa dewi kita.
kedua :akan bisa membuat perasaan semua pihak menjadi tidak nya-
man,karena didalam adat istiadat masyarakat tionghwa bila kita
membawa rupang/kimsin sampai jatuh,akan membawa dampak
yang tidak baik bagi semuanya,baik diri sendiri maupun orang
lain.istilah sederhananya dikatakan apes.
makanya panitia kirab sering kali mengingatkan kepada peserta kirab kalau didalam menggotong dan membawa tandu/khio bersikaplah yang wajar dan janganlah berlebihan.
saya dalam hal ini secara pribadi sangatlah setuju terhadap apa yang menjadi anjuran panitia tersebut.
kalau kita mau senang senang dan mau sedikit ugal ugallan marilah kita adakan PESTA RAKYAT saja.janganlah acara menggotong Rupang/kimsin tadi dijadikan media untuk semau kita sendiri.perlu kita ingat bahwa Dewa Dewi kita sifatnya AGUNG dan MULIA .serta kalau kita mau koreksi lebih mendalam pantaskah kita memperlakukan Rupang/kimsin yang notabenenya merupakan simbol/personifikasi Dewa dewi kita sedemikian rupa….??
saya menyadari mungkin banyak pihak yang tidak sependapat dengan tulisan saya ini,sebelumnya saya minta maaf,akan tetapi kita sebagai umat yang percaya dengan keagungan dan kebesaran dewa dewi kita yang mulia,sebagai junjungan kita,saya tidak mengharapkan sesuatu terjadi apabila kita mengadakan kirab menggotong rupang/kimsin kita.
dan apabila secara batiniah kita tanyakan kepada Dewa Dewi kita tentunya beliau tidaklah mengharapkan cara membawa rupang/kimsinnya sedemikian rupa.
saya berharap disuatu saat nanti kebiasaan menggotong rupang/kimsin tadi secara bertahap akan kembali dengan cara yang benar,yaitu santun dan penuh hormat.
semoga Para Dewa Dewi dan singbing kita berkenan memberikan pengampunan dan bagi kita semua dan tetap bermurah hati memberikan perlidungan bagi kita semua…SIE XEN EN
TULISAN LEPAS OLEH MR.LIEM (LIEM8999@YAHOO.COM)


Spread the love

Categories: Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.