Menabur bunga dihari Qing Ming

Spread the love

“清明佳节撒花时,饮水思源忆双亲”
苦日子过完了,父母却老了,好曰子开始了,父母却走了。父母健在时,儿女远游了,回来时父母都走了,这就是你们不孝的儿女。
父母在时“上有老”是一种表面的负担,父母没了“親不待是一种本质的孤单,再没人嘘寒问暖。慈母万滴血,生我一条命,还送千行泪,陪我一路行,爱恨百般浓,都是一样情即使十分孝,难得一世思。

Saat menabur bunga dihari Qing Ming, Mengenang kedua orang tua seperti minum air selalu ingat kepada sumbernya。

Saat sengsaranya hidup sudah berlalu, ternyata orang tua sudah tua juga。
Saat kehidupan sudah baik dan sejahtera, Orang tua pun sudah pergi meninggalkannya。 Saat Ortu masih sehat, anak-anaknya merantau jauh, saat kembali, ternyata Orang tua sudah tidak ada, terasa seperti anak yang durhaka jadinya。

Saat Orang tua masih ada, kelihatan seperti beban bagi anaknya, namun itu hanya kelihatan dipermukaan saja, saat Orang tua sudah tiada, maka hidup benar-benar kesepian menyendiri。
Sungguh tidak ada lagi yang memperhatikan dengan hangatnya aroma ayah dan bunda。

Bunda yang mulia dengan ribuan tetes darah telah memberikan nyawa kepadaku。 Masih memberikan ribuan cucuran air mata dalam mengiringi pertumbuhan diriku。
Cinta kasih dan amarah mulianya lebih kental dari darah, sama-sama merupakan unsur ikatan bathin, walaupun sangat berbakti, masih kalah dengan rinduku sepanjang hayat。
(copas dari sc Cing Sing )


Spread the love

Categories: Acara & Kegiatan, Artikel, Budaya

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.