Mengenal TAO Thay Shang Men

Spread the love

Tanggal 9 Bulan 4 Tahun 2012 Qian Dao Ri Bao

Penulis kekurangan menulis beberapa kalimat pada bagian akhir dari artikel yang lalu tentang Tao Jia Taoyingsuk dan Tao Jia Qi Gong, yaitu berikut ini:
Chikung yang dilatih oleh umat Tao Thay Shang Men semua disebut dengan Xian Tian Qi Gong. Dalam Qi Gong mengandung dua macam latihan, yaitu gerak (Dong Gong) dan diam (Jing Gong). Di jaman kuno, orang-orang yang Lian Gong dan berhasil mencapai tingkat tinggi bisa memperoleh kemampuan-kemampuan unik (Shen Tong), misalnya dapat melihat tembus, memindahkan awan, mengubah batu menjadi emas, dan sebagainya. Dalam Taociao, semuanya dipanggil sebagai Zhen Ren (Orang Sakti)

Orang Sakti Tidak Memunculkan Wajahnya
Tahun lalu, seorang Taoyu sekeluarga lima orang (termasuk mertuanya yang sudah berumur 80), mengikuti grup jalan-jalan ke China; Jiuzhaigou dan sekitarnya. Dikarenakan tempat yang dikunjungi adalah gunung-gunung tinggi, penulis menyarankan Taoyu dan mertuanya tersebut untuk memeriksakan kesehatan sebelum berangkat. Selepas jalan-jalan selesai, dia datang ke toko saya untuk cuci foto sembari bercerita. Saat jalan-jalan, mereka berkunjung ke toko obat XX dan bertemu seorang master Qi Gong. Orang itu menyentuhkan tangannya ke tangan si Taoyu, lalu tiba-tiba muncul sepetak warna merah di tangannya. Dia berkata, Taoyu tersebut punya penyakit liver parah, dan menyuruhnya membeli obat (harganya setara Rp.7.000.000). Taoyu itu, yang baru saja check-up kesehatan, tentu saja tidak percaya. Master Qi Gong itu melakukan hal yang sama terhadap banyak pengunjung, menakut-nakuti mereka dengan “penyakit berat” untuk membuat mereka percaya dan membeli obat.

Di Indonesia sendiri, banyak “Master Qi Gong” yang datang dari China dan Hongkong yang melakukan penipuan. Dua puluh tahun yang lalu, seorang kawan mengundang seorang master Qi Gong dari China untuk datang memeriksa kesehatannya. Dia juga merekam “Shen Gong” dan cara-cara pengobatan dari master tersebut, tapi hasilnya, kawan saya itu tetap saja sakit parah dan akhirnya meninggal. Di Indonesia, juga ada dukun ahli yang bisa menggunakan pisau mengiris tubuh pasien dan mengeluarkan paku, kawat, rambut, beling, dan sebagainya. Teman-teman penulis melihat sendiri kejadian-kejadian seperti ini, entah itu ayah mereka, atau istri, tapi bagaimanapun, hasilnya jika tidak mati, malah harus operasi ke rumah sakit. Logikanya, jika dukun tersebut benar bisa mengeluarkan barang-barang yang membuat pasien sakit, seharusnya pasien itu sembuh kan?

Di masyarakat juga sering muncul orang-orang sakti seperti ini. Tapi karena dia tidak mengerti Tao, dia akhirnya hanya bisa melakukan trik-trik sekelas ini. Dia juga tidak mungkin diikuti banyak murid, dia muncul dan lenyap sendiri. Juga ada banyak yang melakukan atraksi menggunakan batu-batu ajaib dan sihir-sihir semacamnya, mulutnya pintar mengambil hati orang, lalu menipu uang dan kabur. Beberapa waktu yang lalu, di Jawa Timur juga muncul seorang “anak sakti” yang menggunakan “batu ajaib” untuk menyembuhkan sakit. Anak sakti ini mencelupkan “batu ajaib” ke dalam “air ajaib”, yang kemudian bisa menyembuhkan orang sakit. Berita menyebar dari satu ke sepuluh, dari sepuluh ke seratus. Hingga hari ini, beritanya telah menyebar luas melalui media massa, hingga akhirnya menjadi berita sensasional. Ribuan orang sakit datang ke sana mengantri panjang untuk mendapatkan air ajaib itu. Anak ini terus menerus mencelupkan batu ke air dari pagi sampai malam, sampai dia kelelahan dan badannya lemas. Dalam kondisi setengah tidur, ia digendong ayahnya yang masih lanjut mengangkatkan tangannya. Jika polisi tidak menghentikannya, anak ini pasti sudah mati kecapekan. Dari sini kita bisa melihat mengapa orang sakti tidak ingin memunculkan diri. Jaman dahulu, orang sakti yang berilmu dikatakan hidup tersembunyi, karena mereka mengerti, saat kemampuan mereka diketahui orang, hidup mereka pasti akan terganggu. Tapi di dunia ini, ada saja manusia yang berpura-pura menjadi master dari perguruan XX atau master dari agama XX yang bisa menyembuhkan sakit atau menghilangkan sial, beratraksi ilmu, dan menipu orang. Menghadapi orang-orang seperti ini, murid-murid Thay Shang Men semuanya sudah paham, tidak akan tertipu. Orang-orang Tao mengerti bahwa kekuatan ini datangnya separuh dari diri sendiri, separuh dari langit, juga berhubungan dengan kondisi manusia menyatu dengan langit (Tian Ren He Yi).

Pendiri Thay Shang Men
Ada seorang bijak yang mengerti tentang Tao, yang rendah hati tak menonjolkan kemampuannya. Ia tak banyak bicara tak pamer kepandaian. Kata-katanya, gerak-geriknya, tingkah lakunya, pakaiannya, makan minumnya, semuanya sangat biasa, tak ada bedanya dengan orang biasa. Li Shanghu Shifu adalah orang seperti ini. Di luar dari ribuan murid-muridnya, tak akan ada yang menyangka beliau adalah pendiri dari Perguruan Thay Shang Men agama Tao Indonesia, juga merupakan seorang bijak!

Sama halnya dengan Zhang Daoling yang mendirikan Zheng Yi Pai dan Wang Chongyang yang mendirikan Quan Zhen Pai, di Indonesia, Li Shifu adalah sang pendiri Thay Shang Men.

Seperti dalam sejarah agama Tao di China, semua pendiri dari berbagai macam perguruan dan aliran memiliki ilmu, rahasia, mantra, dan kitab masing-masing. Thay Shang Men pun begitu. Li Shifu memberikan Taoying, mengajak umat masuk Tao menggunakan ilmu Taoyingsuk dan Zhenyan – yaitu ilmu rahasia Tao yang sudah lama hilang dan tak ada duanya. Ada sebuah sajak mengatakan: “Kata-kata yang dapat menembus kegaiban, mengapa masih harus membaca buku ribuan kali……”. Mantra Zhenyan ini adalah sebuah misteri enigma. Cara (Fa) yang diajarkan oleh Thay Shang Men adalah Wu Shang Da Fa, dan latihan (Gong) yang diajarkan adalah Thay Shang Shen Gong.

Dari jarak ribuan kilo mencari guru, mencari ilmu, mencari zhenyan, tidaklah mudah, semua bergantung pada kejodohan. Bahkan ada orang yang sudah mendapatkannya, malah tidak menghargai, menganggap berlian sebagai beling.

Dari saat Li Shifu melakukan Taoying dan memberikan mantra, kamu telah menjadi murid Thay Shang Men. Setelahnya, Li Shifu tidak akan mengajarkanmu cara-cara pasti Lienkung (Lian Gong), beliau hanya memberikanmu sebuah buku Xiu Dao Bao Jian yang beliau tulis sendiri, serta memberitahumu untuk sering-sering mendengar ceramah (Ting Dao), dan pergi ke Taokwan belajar ilmu Tao.

Mengenai kitab suci, Li Shifu mengarahkan muridnya untuk mempelajari Thay Shang Lao Jun Zhen Jing (Kitab Suci Mahadewa Thay Shang Lao Jun).
Bagi siapapun yang ingin masuk Tao, atau tertarik mempelajari Tao, dapat mengunjungi Taokwan dan mengambil buku Xiu Dao Bao Jian. Buku ini merupakan panduan belajar bagi para umat (gratis).

Bicara mengenai perguruan, di China, sejak dulu hingga sekarang, segala macam perguruan, baik itu Tao, Wushu, Seni, atau lainnya, semua memiliki panggilan masing-masing. Thay Shang Men pun begitu. Murid yang telah di-Taoying dan masuk Tao, maka sudah memiliki hubungan Guru dan Murid, sehingga harus berpegang teguh pada prinsip “Zun Shi Zhong Dao”.

Pilar instruksi yang ditegakkan oleh Li Shifu dalam Thay Shang Men adalah: jujur rajin dan bersih, tulus hati memperlakukan orang, kerja keras tak kikir, murnikan hati, jaga tubuh dan cintai diri sendiri. Beliau menginginkan murid-muridnya melaksanakan ini, semua berhubungan erat dengan proses siutao.

Di tahun 1970an, saat Li Shifu mulai menyebarkan Taoyingsuk merupakan hal yang sangat sulit, di lingkungan menerima banyak cemooh dan penolakan dari banyak orang. Ada yang mengatakan Taoyingsuk adalah ilmu memanggil setan. Di Jawa Timur, kelenteng-kelenteng Tridharma menempelkan pengumuman dilarang berlatih Taoyingsuk, karena ilmu Taoyingsuk dianggap berbahaya. Tak ada yang mengerti, tapi karena mendengar berita-berita mengenai perilaku umatnya yang memperagakan menjadi medium spirit di kelenteng, ataupun tentang kemasukan roh dan arwah, semua menimbulkan salah paham tentang Taoyingsuk.  Mereka sama sekali belum merasakan sendiri bahwa Taoyingsuk adalah sebuah latihan dalam kondisi sadar penuh, tapi sudah menyebarkan komentar-komentar ngawur. Tak heran, 2000 tahun yang lalu, Laozi pernah berkata, “Orang level rendah, tertawa saat mengenal Tao”. Tak lama setelah jaman Laozi, Ge Hong juga menuliskan pandangannya mengenai manusia dan Tao. Ia berkata, manusia hanya mengakui hal-hal yang dapat terlihat oleh mata, segala yang tak dapat terlihat dikatakan tidak ada. Hal yang dapat dilihat oleh manusia sangat terbatas jumlahnya, sementara hal yang tak dapat dilihat tak terbatas. Ge Hong menertawakan pengetahuan manusia yang bagaikan mengukur lautan menggunakan jari.

Kini, 30 tahun setelah Li Shifu mendirikan Thay Shang Men dan menyebarkan Tao, pandangan orang telah berubah terhadap Tao. Berkat penyebaran dari ribuan muridnya, orang-orang baru menyadari bahwa Taoyingsuk itu benar, pantas untuk dipuji. Mereka menyadari bahwa Taoyingsuk beliau telah membangkitkan agama Tao Indonesia  yang telah mati terkubur dalam debu. Beliau juga meneruskan tradisi baik agama Tao dan budaya timur (Zhonghua) kepada Taoshi penerus generasi berikutnya.
(Selesai)


Spread the love

Categories: TAO on Media

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.