Yang harus dimiliki

Diterjemahkan oleh Lie Ing Sen. Punya, empati baru bisa bermanfaat untuk orang lain. Punya hati yang pemaaf, baru bisa menerima orang lain. Punya sifat tahan banting, baru bisa jadi orang. Punya hati welas asih, baru bisa menyadarkan orang lain. Punya sifat rela berkorban, baru bisa menolong orang lain. Punya sifat rendah hati, baru bisa belajar dari orang lain. Punya hati yang bijaksana, baru bisa menilai orang lain dengan benar. Punya […]

Continue Reading →

Saat diam

(HYH) Seringkali, kita memilih untuk diam, bukan karena tidak ingin mengungkapkan isi hati, melainkan karena sudah enggan menjelaskan lebih banyak. Saat kita diam, hati rasanya sangat tak berdaya, tapi setidaknya kita bisa menggunakan waktu diam itu untuk menenangkan diri

Continue Reading →

Kendali hidup ada pada diri kita

“人生无常,最重要的不是你所处的位置,而是你所朝的方向。你不能决定生命的长度,但你可以控制它的宽度; 你不能左右天气,但你可以改变心情;你不能改变容貌,但你可以展现笑容;你不能控制他人,但你可以掌握自己; 你不能预知明天,但你可以利用今天;你不能样样顺利,但你可以事事尽力。” Diterjemahkan oleh ZMR. Lie Ping Sen. “Rénshēng wúcháng, zuì zhòngyào de bùshì nǐ suǒ chǔ de wèizhì, ér shì nǐ suǒ cháo de fāngxiàng. Nǐ bùnéng juédìng shēngmìng de chángdù, dàn nǐ kěyǐ kòngzhì tā de kuāndù; nǐ bùnéng zuǒyòu tiānqì, dàn nǐ kěyǐ gǎibiàn xīnqíng; nǐ bùnéng gǎibiàn róngmào, dàn nǐ kěyǐ zhǎnxiàn xiàoróng; nǐ bùnéng kòngzhì tārén, dàn nǐ kěyǐ zhǎngwò zìjǐ; nǐ bùnéng yùzhī […]

Continue Reading →

Kisah Masa Kecil Hua Tuo

Hua Tuo sudah terlihat sangat pandai sejak masa belianya. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia 7 tahun. Karena keluarganya miskin, ibunya memutuskan untuk mengirim Hua Tuo untuk belajar pengobatan kepada tabib Cai, seorang teman dekat ayahnya. Hua Tuo pergi ke kota dan bertemu dengan tabib Cai. Setelah ia mengutarakan keinginannya menjadi seorang tabib pengobatan, tabib Cai berpikir pada dirinya sendiri, “Bagaimanapun, saya harus mengetes anak itu.”. Tabib Cai melihat beberapa […]

Continue Reading →