Pemahaman Tentang TAO Sesuai dengan jaman

Spread the love

• Ada sepasang suami istri yang hidup sederhana di desa, suatu hari karena ada sedikit kelebihan uang, dan juga karena sudah bertahun-tahun sang suami belum pernah membuat baju baru, maka ia membeli selembar kain untuk membuat celana baru.
• Sampai dirumah, ia menyerahkan kain tersebut pada sang istri, menyuruhnya menjahitkan celana baru, sambil menyerahkan celana bekasnya pada sang istri sebagai contoh, sambil berkata : “ tolong buatkan aku celana baru, dan jadikanlah celana bekas ini sebagai contoh “ Setelah itu sang suami pergi bekerja seharian.
• Sore harinya, ketika kembali ke rumah, didapatinya sang istri sudah selesai menjahit celana “ baru “ itu, namun dengan ukuran dan model yang sama persis dengan celana bekasnya, juga termasuk tambalan disana sini yang sama persis dengan celana bekas itu.
• Sang suami merah padam mukanya, menahan amarah, namun tidak dapat berkata apa-apa, karena sang istri mengikuti secara membabi buta perintahnya, menjadikan celana bekas tersebut sebagai contoh untuk membuat celana baru.

• Didalam kehidupan kita, sering kita temui bahwa banyak diantara kita yang menjadikan Teori-teori Tao Kuno sebagai pedoman, tanpa mengolah dan menyesuaikan dengan jaman sekarang.
• Apalagi kalau hal itu disampaikan kepada orang lain, hanya akan menimbulkan kebingungan dan menyesatkan.
• Kita harus berani dan bisa menilai Teori-teori yang sudah kuno tersebut, harus berani mengkoreksinya, karena Teori-teori kuno tersebut tidak semuanya benar.
• Sering kali Teori-teori tersebut sudah tidak sesuai dengan jaman sekarang, atau bahkan memang salah dan perlu dikoreksi dan dirubah.
• Teori-teori Tao seharusnya selalu bisa sesuai dengan jaman, seperti sinar matahari yang selalu memberikan ”sesuatu yang baru” setiap kali muncul pada pagi hari, meskipun matahari sendiri adalah sesuatu yang paling ” kuno ” .
• Kalau Teori dan Pengetahuan kita tidak bisa sesuai dengan jaman, maka kita akan seperti sang istri pada cerita diatas, terjebak oleh yang kuno, dan menimbulkan kebingungan baik bagi diri kita maupun bagi orang lain.

(Lie Ping Sen)


Spread the love

Categories: ZMR. Lie Ping Sen

2 replies

  1. Mantap artikelnya. 🙂
    Jiayu !

  2. Mantap artikelnya. 🙂
    Jiayu !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.