TAO yang Sederhana.

Spread the love

Pengenalan TAO 4
oleh Albert Tjhie

Kenapa orang menganggap filosofi Tao itu sulit? Karena mereka hanya mempelajarinya dalam lingkup filosofi saja. Berusaha memahami secara alam pikiran sehingga menjadi sangat rumit.
Contohnya rasa manis, bisakah didefinisikan, dipahami dan dijelaskan kepada orang lain lewat kata-kata? Atau rasa panasnya api, bisakah dijelaskan ke orang hanya dengan kata-kata? Dua contoh sederhana yaitu rasa manis dan panas saja tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, apalagi TAO?

Tetapi lain halnya jika kita mempelajari TAO dari sumbernya langsung, yaitu kehidupan. Maka TAO menjadi amat sangat sederhana dan mudah dipahami.
Ada beberapa hal kecil yang bisa kita pahami dengan pengamatan langsung antara lain:

1. Bandingkan pemahaman yg didapat dari membaca buku tentang rasa manis gula dengan pengertian yang didapat dengan memakan gula. Memahami TAO harusnya didapat dengan ‘mendapatkan’ TAO. dan bukan membaca buku TAO. Mendapatkan TAO ini berupa pengalaman spiritual.
2. Amati peristiwa alam. Alam tidak membedakan siapapun. Alam bersifat netral dan seolah-olah tidak punya mata dan perasaan. Ketika gunung meletus dan tsunami, alam tidak memilih korbannya. Ketika rumah terbakar api, api tidak memilih korbannya. Ini baru salah satu sifat TAO.
3. Amati batin anak kecil usia 3 th kebawah. Lihatlah kebeningan batin mereka. Itulah batin TAO. Bandingkan dengan batin seorang rohaniwan yang soleh. Yang penuh kesabaran, kebaikan dan kendali diri dll. Batin spt anak kecil inilah yg memungkinkan kita bisa ‘Mendapatkan’ TAO

Jika belum mengerti penjelasan diatas, jangan terlalu dirisaukan. Jalani saja hidup dengan baik, suatu saat pasti akan mengerti sendiri.

TAO dilambangkan dengan gambar Thay Chik yg menggambarkan hukum Yin Yang. Hukum ini meliputi seluruh kehidupan.
Hukum ini adalah penggambaran TAO dari sudut pandang manusia.
Seperti matahari yang dianggap baik ketika menumbuhkan padi dan dianggap jahat ketika membakar hutan. Itulah Yin Yang dari sudut pandang manusia. Padahal sebenarnya matahari ‘Tidak peduli’ apakah sinarnya menguntungkan atau merugikan manusia.

TAO bersifat mutlak, didalamnya termasuk juga hukum alam yang baku. Misalnya membunuh dan berbohong, keduanya adalah sifat buruk. Ini mutlak. TAO tidak peduli ‘alasan’ dibalik pembunuhan. Lain lagi dari sudut pandang manusia, ada betul dan salah. Membunuh dianggap pilihan yang ‘betul’ ketika yang dibunuh nyamuk demam berdarah (misalnya).
Jadi didalam ajaran Tao, suatu perbuatan dilakukan tidak hanya karena baik buruk saja. Tetapi juga mempertimbangkan efeknya. Tetapi bukan berarti karena efeknya baik maka perbuatan ‘membunuh’ berubah jadi baik. Tetap saja membunuhya termasuk perbuatan ‘buruk’.

Belajar Tao jangan terjebak di teori dan permainan kata-kata. Itu hanya akan membingungkan dan membuang waktu saja. Tetapi cobalah jalani hidup dan pelajari hukum-hukum nyata dalam kehidupan. Barulah akan bisa mengerti bahwa Tao itu sebenarnya sederhana.

Selamat mencoba…..


Spread the love

Categories: Artikel, Pengenalan TAO

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.